Kisah Pemberontakan PETA Blitar
dalam Novel Grafis

Setelah hampir 2 bulan lebih sejak Februari 2008 lalu saya tidak ketemu dengan Sinyo, hari ini dia datang dengan membawa draft karyanya yang akan menjadi tugas akhir dalam studi nya.

Sinyo adalah seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual sebuah PTS di Surabaya semester akhir yang menyelesaikan TA nya dengan membuat Novel Grafis. Novel Grafis menurutnya adalah layaknya Komik, hanya penggarapan dan isinya lebih mendalam. Tidak tanggung tanggung, sebagai orang yang dilahirkan dan dibesarkan di Blitar, dia memilih mengerjakan Novel Grafisnya mengenai Pemberontakan PETA Blitar melawan Jepang. Sebuah peristiwa heroik yang dipimpin oleh Shodanco Supriyadi, pada February 1945.

Awal perjumpaan saya dengan Sinyo terjadi pada Januari 2008 lalu, ketika saya mendokumentasikan kegiatan pematung Blitar, Bondhan Widodo yang sedang menyelesaikan pembuatan monumen PETA (melengkapi patung yang sudah ada sebelumnya) di bekas markas tentara PETA Blitar, di jalan Shodanco Supriyadi. Mas Bondhan mengenalkannya pada saya, dan menyebutkan bahwa, dulu saat masih sebagai pelajar sekolah dasar, Sinyo adalah muridnya di Sanggar Harapan.

Sanggar Harapan sendiri, hingga kini masih eksis, memberikan pelajaran dan bimbingan seni lukis serta menggambar untuk anak anak sekolah dasar hingga SMA yang dikelola mas Bondhan. Yang masih juga saya ingat, Mas Bondhan bercerita juga, bahwa sinyo memiliki bakat dan talenta yang kuat untuk menggambar.

Apa yang disampaikan Mas Bondhan mengenai masa kecilnya Sinyo, ternyata benar adanya. Sinyo yang kala itu rajin mendatangi gurunya saat pembuatan patung tentara PETA, menyampaikan maksudnya untuk membuat Novel Grafis tentang pemberontakan yang dipimpin oleh Shodanco Supriyadi itu, akhirnya diarahkan untuk menemui saya, karena banyak data mengenai PETA yang telah saya himpun.

Benar juga, semenjak perkenalan itu, Sinyo datang terus menerus untuk mengumpulkan data, dan melakukan diskusi dengan saya. Hasil dari pertemuan demi pertemuan itu, akhirnya ditunjukkannya pada saya dan saya sampaikan padanya “ Ini Luar Biasa”. Barangkali akan menjadi Novel Grafis pertama di Indonesia, mengenai pemberontakan PETA Blitar.

Meski masih draft dan baru sekitar 75 persen, gambar demi gambar yang disodorkannya ke saya, sudah mampu bercerita banyak. Menurut Sinyo, dia membutuhkan waktu 2 minggu lagi untuk menyelesaikan novel grafisnya. Tahapan selanjutnya adalah tinggal menambahkan tulisan/ kalimat untuk percakapan dan pendukung kisah bergambar itu.

Setelah film dokumenter yang saya kerjakan pada 2006 lalu, dan sebuah buku yang telah selesai ditulis oleh rekan Hery Setiyo Budi http://databaseku.multiply.com/journal/item/4/Sinopsis_SEBILAH_KERIS_BERSELEMPANG_SAMURAI pada 2007 lalu, 2008 ini kisah pemberontakan PETA Blitar, akan kembali diaktualisasi dalam bentuk Novel Grafis…





     
 

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help