Blog EntryMEI 2008 : Tiga tahun lalu di PASAMAN FMApr 27, '08 2:39 PM
for everyone
Tanpa terasa sudah hampir 3 (tiga) tahun ini saya belum mengetahui bagaimana situasi Kabupaten Pasaman Barat umumnya, dan Simpang Empat khususnya, sebagai Ibu kotanya secara langsung. Hanya mencoba memaknai informasi melalui dunia maya dan cerita dari kawan – kawan yang memang tinggal di sana. Tahun 2005 lalu, bulan Mei, untuk beberapa saat, meski hanya berbilang dua hari tiga harian, saya mengunjungi Kabupaten baru, pecahan dari Kabupaten Pasaman ini. Bertandang ke Radio Pasaman FM.
<< crew PASAMAN FM

Tanggal 3 Mei 2005, bung Jimmy Station Manager Pasaman FM menjemput saya di DAMAI FM Pariaman, setelah sebelumnya melakukan sehari Workshop Radio Siaran di radio yang dipimpin oleh Ibu Ima Syarief Abidien ini. Dalam perjalanan yang sudah mulai gelap sepanjang jalan, sekitar jam 8an malam itu, bung Jimmy mengatakan agar saya tidak kaget, jika nanti sudah sampai di Pasaman Barat. Daerahnya sepi, tidak seramai kota kota lain di Sumatera Barat.

Sudah mulai terasa dalam benak saya. Keluar Pariaman, sepanjang perjalanan saya hanya remang remang melihat kiri kanan jalan, perkebunan sawit, perladangan, kawasan hunian yang sepi dan sempat tertidur lebih dari satu jam. Ternyata cukup lama juga perjalanan dari Pariaman ke Pasaman Barat. Sekitar jam 11 malam lebih, sampai juga akhirnya rombongan kami di Simpang Empat, Ibukota Pasaman Barat.

Malam itu, awal Mei 2005, suasana Simpang Empat sudah sepi. Penerangan jalan kota, tak seterang seperti jika kita memasuki sebuah kota. Pikir saya, esok paginya, saya minta diantar berkeliling karena penasaran ingin segera mengatahui wajah kotanya. Melihat saya sudah tampak lelah, bung Jimmy mensegerakan mengantar saya ke sebuah hotel (saya lupa nama hotelnya), hal pasti, untuk sebuah kota kecil, hotel tempat saya menginap sudah cukup representative. Bahkan sangat istimewa. Air panas, AC, TV dan tentu ranjang empuk buat tidur. Terlelap juga akhirnya.

Esok paginya, saya mensegerakan bangun. Jam 8 pagi, Bung Jimmy sudah menjemput saya di hotel. Sekali lagi sebuah permintaan maaf, terucap darinya. “ Maaf lho mas, beginilah Simpang Empat. Kecil, sepi, tidak seramai di kota kota lain di Sumatera Barat. Maklum kami baru berdiri. Coba nanti mas bisa lihat sendiri, hanya keramaian pasar, took took kecil, rumah rumah penduduk, perkantoran yang masih darurat dan sementara. Tapi kita kaya akan kelapa sawit lho mas”, kata bung Jimmy membuka perbincangan pagi itu.

Bagi saya rasa penasaran akan Pasaman Barat dan Simpang Empat memang sudah terjadi beberapa bulan sebelum saya mendapat tugas ke Sumatera Barat untuk kali pertama. Untungnya, saya telah membekali diri dengan banyak referensi media. Satu diantaraya dari http://64.203.71.11/kompas-cetak/0407/07/otonomi/1131145.htm

Memang yang terlihat pagi itu sepi pusat kotanya. Dalam hati saya hanya bisa berkata. Wah kalau di Bandung tidak semrawut seperti ini senang sekali rasanya. Tidak ada kemacetan lalu lintas, tidak ada polusi, tidak ada kebisingan, udaranya masih sangat segar. Dan tentunya masakan Minang. Obrolan mengenai Pasaman Barat dan simpang Empat pun kami lanjutkan, saat bung Jimmy mengajak sarapan, disebuah rumah makan Minang. Ini dia yang sudah saya tunggu sejak semalam.

Tak lama setelah sarapan, bung Jimmy bergegas mengajak saya ke studio radio Pasaman FM, di Simpang Tiga Ophir, tak jauh dari Simpang Empat. Di studio, saya disambut oleh Pak Moel (Direktur Pasaman FM) juga semua crew nya. Setelah berkenalan, seharian penuh saya berdiskusi dengan kawan kawan crew. Semua antusias, untuk mempelajari radio siaran. Esoknya pun kami masih lanjutkan workshop, hingga malam menjelang saya harus melanjutkan perjalanan ke beberapa radio di kota lainnya di Sumatera Barat.

Ya, andai saja saya bisa kembali berkunjung ke Pasaman Barat, tentu banyak hal yang ingin saya ketahui. Apakah telah maju pesat pembangunan di segala bidangnya. Beruntung selama ini saya mendapatkan perkembangan Pasaman Barat dari kawan – kawan di Pasaman FM.
Saya yakin, kini Pasaman Barat jelas berbeda dengan 3 tahun lalu. Jelas bergengsi!!


foto : Crew PASAMAN FM Pasaman Barat
dari : http://taufikeldrian01.multiply.com/

 

 

revinaoctavianitadr wrote on Apr 28
Biar lebih yakin, didatengin aja ...
olenkojei wrote on May 1
kawan jauah nan dakek di banduang... dima kawan di banduang?? ambo di itb
taufikeldrian01 wrote on May 1
waduh mas ganang kapan ke Pasaman Barat lagi, Sudah Banyak berubah disini mas, kanotr bupati tiga tingkat hampir siap, kantor dewan mirip gedung yang disenayan juga hampir siap, semuanya juga hampir siap........ hampir semua sih.. maklum daerah baru, percaya nggak mas, di Pasaman Barat orang bisa berpenghasilan 4-6 jt perbulan tanpa kerja sedikitpun.., bahkan ada yang menghasilkan 250 jt perbulan tanpa kerja sedikitpun, kalau nggak percaya datang aja kemari, aku kasih tau caranya, salam
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help