Posted by rentanG on Apr 27, '08 11:37 AM for everyone Sudah sangat langka kiranya, jika kini kita bisa menemukan sumber air ditengah wilayah kota, yang padat hunian penduduk. Jika pun ada, tentu tidak setiap kota memilikinya, atau mungkin adanya di pinggiran kota, yang masih berdekatan dengan daerah persawahan atau daerah sekililingnya masih banyak pepohonan.Di dalam Kota Blitar, setidaknya yang pernah saya ketahui hanya ada 4 sumber air. Satu diantaranya telah menjadi kawasan sumber air yang dijadikan pemandian atau kolam renang modern, yaitu Water Park Sumber Udel (WPSU).
Sesuai dengan namanya, Taman Air, maka selain ada kolam renang bertaraf internasional, juga terdapat fasilitas penunjang lainnya berupa arena permainan yang dikelilingi air. WPSU yang terletak di jalan….sekitar 1,5 kilometer dari pusat kota ini, setiap harinya ramai pengunjung, bukan hanya dari Blitar, namun juga dari daerah sekitar. Hari Minggu dan hari libur lainnya, sangat penuh sesak pengunjung. Tiga sumber lainnya didalam kota Blitar, yang tidak jauh dari pusat kota adalah di sekitar jalan A.Yani (dekat dengan Dinas PU) bersebelahan dengan rumah sakit Budi Rahayu, sumber air di jalan Enggano Gang 1, dan sumber air Sendang yang terletak di Jalan Shodanco Supriyadi Gang Pondok Sendang.<< dari google earth
Sumber Air Sendang, seberang Rumah Dinas Walikota, samping Kantor Bupati.Sumber Air Sendang yang, terletak di Gang Pondok Sendang RT.1 RW.2 Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sanan Wetan ini, berada di sebuah ujung gang, seberang Rumah Dinas Walikota Blitar di jalan Shodanco Supriyadi. Hanya sekitar 200 meter dari jalan utama ini. Lebih spesifik lagi, Sendang ini berada disamping kanan Kantor Bupati Blitar, hanya dipisahkan oleh tembok pembatas setinggi 2,5 meter saja.
Menurut Mas Har, Ketua RT setempat, dulu sumber air ini cukup besar mata airnya, ketika masih rimbun dengan berbagai tanaman yang besar besar, pada musim kemarau sekalipun, debit airnya sangat melimpah. Itu kondisi pada tahun 60-70an. Tapi kini ketika pepohonan yang berada di lokasi sudah tidak banyak lagi, air akan tetap melimpah pada musim penghujan. Jika masuk musim kemarau, bisa dipastikan sumber airnya kering, karena air yang keluar dari sumbernya sangat sedikit.<< gang pesantren sendangDitambahkan Mas Har, berbagai upaya pun dilakukannya, bersama warga setempat, dengan selalu menjaga agar tidak melakukan penebangan pepohonan disekitar mata air, pembersihan sendang bahkan pengerukan endapan Lumpur tanah didasar kolamnya. Bahkan beberapa tahun lalu pihak Pemerintah Kota Blitar, juga telah melakukan renovasi dengan membuat plengsengan beton keliling, dengan panjang 15 meter dan lebar 10 meter. Setidaknya, upaya itu dapat menampung air lebih lama pada saat kemarau tiba.
Saat saya berkunjung ke Sendang, beberapa anak kecil tengah asyik berenang dan bermain air. Airnya masih tampak jernih, dan debit airnya juga masih melimpah. Sendang,s elama ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana untuk mencuci, bahkan berenang gratis. Bagi saya, ini hal yang sangat luar biasa. Kolam renang tradisional, didalam kota, dijaga dan dirawat, airnya masih melimpah, dan senantiasa di jaga keasriannya. Sebuah pelajaran berharga, untuk senantiasa menjaga kelestarian alam. Satu lagi, istimewanya, dekat dengan Kantor Bupati dan hanya 200 meter dari Rumah Dinas Walikota Blitar. Tetapi, ngomong – ngomong,sudah pernahkah Pak Bupati atau Pak Walikota, mengunjungi sumber Air Sendang?? Karena bertetangga….Semoga…
| |