
ISTANA GEBANG BLITAR BERGOLAK
Pelestari Bertindak!!
Minggu 27 April 2008, siang hari Blitar cerah. Kawasan Makam, Perpustakaan dan Museum Bung Karno, ramai pengunjung. Pedagang souvenir, pedagang bunga tabur untuk ziarah, pedagang makanan dan minuman, tukang becak, tukang parkir, lagi panen. Semua sedang asyik melayani para wisatawan yang datang berziarah ke makam Sang proklamator kita. Bus – bus rombongan wisata, kendaraan pribadi pengunjung, nampak memadati pelataran parkir MBK di PIPP, jalan Moh.Hatta.
Tidak kalah ramainya adalah Istana Gebang, atau Ndalem Gebang, rumah kediaman kakak dan orang tua Bung karno di jalan Sultan Agung, Gebang. Ratusan pengunjung benar-benar memenuhi Istana Gebang yang khabarnya akan “ Dijual 50 Milyar” oleh ahli warisnya itu. Halaman Istana Gebang juga penuh dengan kendaraan pengunjung dan ratusan becak. Pengunjung menggunakan jasa angkutan becak ke Gebang, setelah mereka berziarah ke MBK.
Keramaian di Istana Gebang makin menjadi, setelah berkumpul ratusan masyarakat dari berbagai kalangan. Mereka berkumpul untuk mndeklarasikan diri bertekade satu “menyelamatkan Istana Gebang”. Caranya, mereka berencana membeli Istana Gebang, dan menjadikannya “Istana rakyat”.
Adalah seniman - budayawan Blitar, Andreas Edison dan Islan Gatot Imbata, bersama tokoh nasionalis kawakan Kota Blitar, Djoened yang mampu menggerakkan berbagai kalangan, untuk mendeklarasikan Yayasan Pelestari Istana Gebang. Mereka yang tergabung adalah rakyat biasa. Tu7kang becak, tukang sayur, pedagang asongan, sopir angkutan, pedagang kawasan MBK, menyepakati mendirikan yayasan yang menyanggupi untuk menghimpun dana Rakyat Indonesia untuk selanjutnya dikelola dan membeli Istana Gebang.
Luar biasa!! Dalam waktu sekejab, hanya sekitar 1 jam, berhasil mengumpulkan sumbangan lebih dari 10 juta rupiah. Hasil sementara dari pengumpulan sumbangan dadakan ini akan dijadikan uang muka, untuk membeli Istana Gebang.
Djoened, tokoh nasionalis kawakan Blitar, yang ditemui sesaat seusai deklarasi di lokasi mengatakan, pendirian Yayasan Pelestari Istana Gebang ini adalah wujud nyata kecintaan rakyat Indonesia kepada Bung Karno.
Sementara Andreas Edison, seniman yang juga salah seorang deklarator mengatakan, mempelajari secara utuh nilai nilai kejuangan Bung Karno, akan terputus jika Istana Gebang dijual. Sebab menurutnya, Istana Gebang adalah bagian dari romantika dan dinamika perjuangan Bung Karno, utamanya bagi rakyat Blitar.
Hingga Minggu malam (20.00WIB), puluhan poster kertas tulisan tangan , yang tadinya dibawa dalam aksi keprihatinan masih ditempelkan disepanjang tembok bagian depan bangunan utama Istana Gebang. Sebuah spanduk juga membentang tepat diatas gerbang masuk bertuliskan “ MOHON DOA RESTU RAKYAT INDONESIA AKAN MELESTARIKAN ISTANA GEBANG”
rentanGWaktoe