
TAMAN KANAK – KANAK DHARMA WANITA IV KAMPUNGANYAR – SUMBER ASRIBerapa kira-kira jumlah siswa sebuah sekolah Taman Kanak – Kanak (TK) paling sedikit di Indonesia? Atau, sepanjang anda tahu, disekeliling tempat anda tinggal berapa sedikitnya jumlah siswa sebuah TK? Berikut sekadar oleh – oleh dari perjalanan kembali ke Kampung Anyar di Lereng Gunung Kelud, Nglegok Kabupaten Blitar.Muridnya Hanya 8 AnakIni adalah yang saya tahu, dan saya yakini sebagai TK yang jumlah muridnya paling sedikit. Lokasinya bukan di daerah yang terlalu terpencil, bukan juga di luar Pulau Jawa yang jumlah penduduknya tidak padat. Ini bukan juga karena kesadaran warganya yang rendah agar anaknya mendapatkan pendidikan dini sebelum masuk Sekolah Dasar. Ini juga bukan karena di daerah tersebut tidak ada anak anak kecil yang butuh pendidikan lebih awal. Menurut saya, terlalu banyak faktor penyebab, untuk sekadar diurai dalam tulisan pendek ini.
Namanya adalah Taman Kanak- Kanak Dharma Wanita IV (TK DW empat), yang terletak di RW 13, Kampung Anyar, Desa Sumber Asri, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. TK Dharma Wanita IV Sumber Asri ini, dirintis pada tahun 2006, dengan hanya dua orang pengajar sukarelawan, Krismawati dan Elok Nurmasari. Keduanya adalah ibu rumah tangga biasa, warga Kampung Anyar yang terketuk hatinya untuk memberikan pendidikan dini pada anak – anak di kampungnya. Sebelum ada TK DW empat, anak – anak kecil di kampungnya harus sekolah TK di dekat pusat pemerintahan desa, yang jaraknya sekitar 7 kilometer dari Kampung Anyar.
Berbekal tekad yang besar serta dukungan warga setempat, akhirnya dalam sebuah urun rembug disepakatilah mendirikan TK DW empat, dengan apa adanya. Ketika tidak memiliki gedung dan peralatan, layaknya sebuah sekolah, seorang warga menyumbangkan teras rumahnya untuk disulap sebagai lokasi TK, tentu hanya sebuah teras, tanpa penghalang dan sekat halaman rumah.
Segala peralatan yang ada pun, mulai dari bangku dan meja belajar, alat peraga dan mainan hanya sumbangan dari berbagai pihak. Maka sejak 2006 lalu, TK ini mulai melakukan kegiatan belajar mengajar. Spektakuler, muridnya tak lebih dari sepuluh orang, terbagi dalam TK kecil dan besar. Beberapa lulusannya tahun lalu telah melanjutkan ke SDN Sumber Asri. Tahun ini dari delapan siswanya, ada tiga orang yang akan lulus dan melanjutkan ke SD.
Pada kegiatan perayaan Kemerdekaan RI tingkat kecamatan tahun lalu, TK DW empat ini turut ambil bagian dalam berbagai lomba. Mulai lomba melukis, mewarnai, menyanyi, baris berbaris dan olah raga. Tak tanggung – tanggung, salah seorang siswanya berhasil menyabet Juara IV lomba menggambar, antar TK se Kecamatan Nglegok. Dan sungguh mengagumkan, dalam lomba baris berbaris, meski tidak menyabet juara sama sekali, regu gerak jalan TK DW empat ini adalah regu tersedikit pesertanya, hanya lima orang anak.
Hanya 22 Kilometer dari pusat Pemerintahan Kabupaten BlitarSemangat yang luar biasa di kampung yang terkenal saat evakuasi pengungsi Gunung kelud tahun lalu ini , sayangnya kurang mendapatkan perhatian yang sebanding dari pihak-pihak, yang memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa ini.
Sugeng, Ketua RW 13 Kampung Anyar mengatakan, hampir dua tahun ini pihaknya kalang kabut untuk selalu mencarikan dana demi keberlangsungan operasional TK DW empat. Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan mengandalkan iuran warga dan orang tua murid. Sedang berbagai fasilitas penunjang lainnya juga mengandalkan bantuan dari Dinas Pendidikan dan Pemerintahan Desa setempat.
Ditambahkan Sugeng, minimnya siswa bukan saja karena kurangnya kesadaran warga untuk menyekolahkan anaknya di TK DW empat. Tapi lebih pada karena dipandang warga memang secara fasilitas dan segi kelayakan, TK DW empat belum layak sebagai tempat belajar dan bermain. Gedung saja tidak memiliki, sehingga tidak mirip sekolah. Demikian yang dikeluhkan warga kepada Sugeng.
Kampung Anyar, terdiri dari 26 Kepala Keluarga, dengan jumlah penduduk 436 jiwa ini masuk wilayah RW 13, Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Lokasinya hanya 22 kilometer dari pusat pemerintahan, paling utara dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Kampung yang berada di lereng Gunung Kelud ini, berada pada ketinggian sekitar 700 meter diatas permukaan laut, dan masuk Kawasan Rawan Bencana Kelud.
Berbeda dengan desa tetangganya yang akses jalannya telah beraspal , masuk wilayah Kabupaten Kediri, untuk menuju ke Kampung Anyar, jalan yang tersedia hanya jalan tanah, sepanjang 3,5 kilometer dari kampung Gambar. Jaraknya sekitar 7 kilometer dari Balai Desa Sumber Asri.
Mata pencaharian warga Kampung Anyar petani peladang, buruh perkebunan, peternak kambing dan sapi, serta perambah hutan. Secara ekonomi memang sebagian besar warganya hidup dalam kondisi ekonomi yang serba minim. Namun soal pendidikan mereka boleh di banggakan. Dua Sekolah Dasar (SDN) telah ada sejak tahun 80an, dan sebuah SMP Negeri berdiri di pusat desa Sumber Asri.
Jelas Membutuhkan Bantuan!Melihat kondisi real yang ada, saya hanya bisa menulis dan menuliskannya. Karena seringnya mengunjungi dan berbaur dengan warga Kampung Anyar ini, tak banyak yang bisa saya perbuat, selain menuliskan apa yang seharusnya saya tuliskan dan sampaikan.
Anak – anak kecil di Kampung Anyar, bukanlah anak – anak yang tidak cerdas, meski hidup dalam himpitan ekonomi orang tuanya yang pas-pasan. Melihat dan merasakan semangat mereka, sudah sepantasnya, kita bisa berbagi, dalam program mencerdaskan anak bangsa ini.
Gedung Sekolah, masih berupa impian. Toh dengan teras rumah sementara waktu ini, kegiatan belajar mengajar juga telah berjalan. Mungkin, dengan sedikit sentuhan renovasi, berupa sekat, bisa menghindarkan anak anak yang belajar dari debu jalanan, juga kencangnya angin pegunungan.
Dengan fasilitas penunjang belajar lainnya, berupa buku buku tulis, buku gambar, serta alat tulis lainnya, akan semakin menambah semangat mereka untuk mencerdaskan diri dan belajar. Dengan Honor pengajar yang layak, tentu akan semakin menambah lancarnya proses belajar mengajarnya. Dua orang tenaga pengajarnya, benar – benar sukarela.
Adakah yang berkenan membantu? Kita tidak pernah akan tahu, siapa kelak yang akan menjadi pemimpin di negeri ini, untuk membawa kebesaran dan kemakmuran bangsanya, seperti yang dicita citakan Founding Father kita Bung Karno? Siapa tahu ada diantaranya adalah mereka yang pernah belajar di TK ini!
Bagi saya, yang jelas mereka
BUTUH DI BANTU!!! Anda berkenan
MEMBANTU???salam!!!